ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN REORDER POINT

ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN REORDER POINT

A.        ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN REORDER POINT
Persediaan merupakan asset yang paling besar dalam bisnis dan perputarannya cepat, selain itu persediaan juga bagian yang esensial dalam sistem penganggaran. Mengingat hal ini dibutuhkan perencanaan dan pengendalian dalam menentukan jumlah yang ideal. Dalam menentukan jumlah persediaan perlu menyeimbangkan tiga kelompok biaya: biaya pemesanan, biaya pemeliharaan dan penyimpanan dan biaya kekurangan persediaan.
1.     Biaya Pemesanan
Biaya ini terjadi setiap kali melakukan pemesanan. Biaya ini seperti biaya penanganan dan tranfortasi. Biaya ini ditentukan oleh banyaknya pesanan buka jumlah yang besar. Jikan biaya pemesanan besar, manajemen tentunya cenderung memilih jumlah pesanan yang besar dan dengan frekuensi pesanan yang rendah.
2.     Biaya Pemeliharaan dan Penyimpanan
Biaya ini terjadi untuk penanganan setiap unit persediaan. Biaya ini seperti biaya penyimpanan, asuransi, biaya handling, pajak properti dan bunga atas dana yang diinvestasikan di persediaan. Biaya ini ditentukan oleh jumlah persediaan yang dimiliki oleh perusahaan. Jika pemeliharaan dan penyimpanan tinggi, manajemen cenderung mengurangi tingkat persediaan di gudang dan akan melakukan pemesanan lebih sering dengan volume yang sedikit.
3.      Biaya Kekurangan Persediaan
Biaya ini terjadi karena kekurangan persediaan sehingga tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Biaya ini seperti hilangnya penjualan, kepercayaan konsumen menurun. Jika biaya ini tinggi, manajemen cenderung menyimpan barang persediaan dalam jumlah yang besar.
Tingkat persediaan yang tepat adalah meminimumkan ketiga biaya diatas.

B.        ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)
Adalah besarnya pesanan yang meminimumkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan dan pemeliharaan






EOQ
=
√ 2QP/C




EOQ
:
Economic Order Quantity


Q
:
Kuantitas yang dipesan dalam satu tahun


P
:
Biaya yang timbul per pesanan


C
:
Biaya penyimpanan selama setahun per unit




Misal
:


Q
:
12.500 unit per tahun


P
:
Rp. 1.000 per pesanan


C
:
Rp. 100 per unit




Jawab
:




EOQ
=
√ 2QP/C




=
√ 2* 12.500*1.000 : 100




=
√25.000.000 : 100




=
√250.000




=
500 unit










C.       REORDER POINT dan SAFETY STOCK
Adalah meminimumkan biaya persediaan dan menjamin tidak terjadi kekurangan persediaan.








REORDER POINT
=
LEAD TIME
X
RATA-RATA PENGGUNAAN HARIAN ATAU MINGGUAN



Misal
:
EOQ 10.000 UNIT DAN LEAD TIME 3 MINGGU DAN RATA-RATA PENGGUNAAN MINGGUAN 200 UNIT




JAWAB
:




REORDER POINT
=
3 X 200




=
600 UNIT




ARTINYA PERUSAHAAN AKAN MELAKUKAN PEMESANAN KEMBALI SEBANYAK 10.000 JIKA STOCK PERUSAHAAN MENJADI 600 UNIT






Safety Stock stock berfungsi sebagai jaminan jika terjadi permintaan yang lebih dari biasanya.




MISAL
:


PENGGUNAAN MAKSIMUM PERMINGGU
250


PENGGUNAAN RATA-RATA PERMINGGU
200


             KELEBIHAN
50


LEAD TIME
3


SAFETY STOCK
150




REORDER POINT
=
LEAD TIME
X
RATA-RATA PENGGUNAAN HARIAN ATAU MINGGUAN
+



=
3 X 200 + 150




=
750 UNIT




ARTINYA PERUSAHAAN AKAN MELAKUKAN PEMESANAN KEMBALI SEBANYAK 10.000 JIKA STOCK PERUSAHAAN MENJADI 750 UNIT













Postingan terbaru

  • PERHITUNGAN GAJI DAN SLIP GAJI OTOMATIS SERTA PERHITUNGAN PPH 21
  • Klik  PERHITUNGAN GAJI DAN SLIP GAJI OTOMATIS SERTA PERHITUNGAN PPH 21
  • RUMUS PERHITUNGAN PPH 21 TERBARU 2024
  •  KLIK UNTUK MENDOWNLOAD
  • Cara mudah mengatasi eform SPT tidak bisa dibuka di PDF Adobe acrobat reader
  • Cara Membuat Perhitungan PPH 21 Dengan Banyak Data Karyawan Di Ms. Excel #Part 1
  • Tutorial Cara Lapor SPT Orang Pribadi Dengan Bantuan Bentuk Formulir
  • Cara Pelaporan SPT PPH Orang Pribadi Dengan Form Bentuk Panduan
  • PROSEDURAL CARA AUDIT PIUTANG USAHA
  • Sebelum pemeriksaan dimulai, minta data-data dibawah ini dan cetak:Saldo Penjualan, Daftar Piutang atau A/R, Pending Cash in, Saldo Cash dan BankBukti Penagihan PiutangDaftar Giro TolakanSetoran hari ... read more
  • METODE PENYUSUTAN AKTIVA TETAP DAN CONTOH PERHITUNGAN
  • Penyusutan adalah nilai dari aset tetap yang dapat disusutkan (depreciable assets) selama masa aset dimanfaatkan. Penyusutan merupakan bentuk penyesuaian harga suatu aset secara terus menerus ... read more
  • UU HPP (Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan)
  • Apa saja perubahan Perpajakan terkait UU HPP? 1. Nomor NIK menjadi NPWP2. UMKM Peredaran usahanya dibawah sama dengan 500 Jt Setahun bebas PPH3. Batasan dan tarif PPh WP OP Mengalami perubahan ... read more
  • Cara Lapor SPT Masa PPh 21/26 Perusahaan
  • Perusahaan atau pemberi kerja wajib melakukan Pemotongan PPh Pasal 21/26 atas Penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau ... read more
    Recent Posts Widget